SEGENAP KRU BERITAJAKSEL MENGUCAPKAN SELAMAT HARI NATAL 2008 dan TAHUN BARU 2009

Jakarta Dihantam Puting Beliung

Filed under: by: BERITA JAKSEL


HUJAN deras disertai angin puting beliung mengguncang Ibukota Jakarta, Selasa (21/4). Peristiwa alam ini memorak-porandakan sejumlah pohon, menara, baliho, kaca gedung, maupun pot bunga. Selain itu membuat beberapa kendaraan ringsek, memicu kemacetan di mana-mana.

Kantor Sekretariat Wakil Presiden tak luput dari musibah itu. Kaca lantai IV pecah berantakan diterjang angin kencang. Pot bunga di areal itu hancur berantakan.

Saat musibah terjadi Wakil Presiden Jusuf Kalla tengah menggelar rapat dengan para petinggi Partai Golkar. Seperti Ketua Dewan Penasehat Surya Paloh, anggota Dewan Penasehat Tanri Abeng, kader Partai Golkar yang juga Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo, Wakil Ketua MPR yang juga adik ipar Kalla, Aksa Mahmud, dan Duta Besar RI untuk Rusia Hamid Awaluddin.

Hujan angin juga menyasar Gedung Balaikota DKI. Sejumlah triplek yang ada di atas jendela berterbangan. Saat hujan reda belum ada tanda-tanda ada gerakan memperbaiki bagian-bagian yang rusak itu. Hujan dan angin kencang juga merusak bagian atas Masjid Istiqlal, yakni bagian lambang bulan dan bintang. “Lambang itu saat ini bengkok,” kata petugas pusat informasi Masjid Istiqlal.

Di Jl Dakota Raya 1, Kemayoran, Jakarta Pusat menara Radio Puspa Dwi Swara Cipta (P2SC) setinggi 60m rubuh. Sebagian patahan menimpa atap gedung. Menurut Kepala Penyiaran Radio P2CS Dalimin Ali Bangsa, antena itu rubuh sekitar pukul 15.30. “Kalau karena faktor usia tidak mungkin, antena itu baru di pasang pada 2004. Ini murni kejadian alam,” ujar Dalimin.

Di depan kantor Menteri Keuangan, sebatang pohon raksasa tumbang ke Jl Wahidin Raya, Sawahbesar, Jakarta Pusat hingga menggangu arus lalu lintas. Di Jl Agus Salim, Kebonsirih, Jakarta Pusat, sebuah pohon tumbang menimpa bajaj dan mobil Toyota Yaris B 8729 UD. Bodi bajaj dan mobil tadi remuk. Selama proses evakuasi Jl Agus Salim yang berada di belakang Sarinah Jaya ditutup untuk sementara.

“Saya memang sudah agak ngeri, anginnya kencang banget tapi penumpangnya buru-buru. Saat melintas di belakang Sarinah, saya melihat pohon tumbang, nggak tahunya pohon yang ada di dekat saya juga doyong, saya lari menyelamatkan diri,” kata Uji (25), sopir bajaj tadi.

Toyota Yaris warna silver yang tengah diparkir juga menjadi korban. Bagian kap mesin penyok, namun tidak mengakibatkan kaca pecah. Sementara spion kanan dan kiri mobil hilang diambil si ‘tangan panjang’. Petugas pun tampak kesulitan mengevakuasi mobil Toyota Yaris, lantaran ada kabel telepon jatuh melintang di atas mobil itu. Sejauh ini belum diketahui siapa pemilik mobil.

Di Jl Letjen Suprapto, tiga pohon di antara jalur lambat dan jalur cepat juga tumbang, tepat di depan Hotel Grand Cempaka, depan Pasar Cempaka Tengah, dan depan Halte Galur.

Masih di kawasan yang sama, papan reklame Universitas Yarsi tumbang dan langsung dievakuasi beberapa pekerja yang tengah merenovasi gedung tersebut. Akibat kejadian ini, Jl Letjen Suprapto carut marut mengingat batang pohon jatuh melintang di jalan. Untuk mengantisipasi keadaan, petugas lalu lintas dan Satpol PP mencoba meminggirkan batang kayu. Tapi pekerjaan itu tak mudah. Kemacetan semakin parah mengingat sebagian badan jalan yang bisa dilalui juga tergenang banjir dengan ketinggian antara 10–30 cm.

Kasudin Pertamanan dan Pemakaman Jakarta Pusat Suzi Marsitawati mengemukakan, hujan angin yang melanda Jakarta pukul 15.30–17.00 setidaknya menumbangkan 30 pohon di kawasan itu. Lima di antaranya bahkan tercabut dari akarnya, sedangkan 25 patah batang atau ranting. “Sementara ini saya belum dengar ada menara yang rubuh atau warga yang menderita kerugian atas musibah itu,” katanya.

Sedangkan pohon tumbang di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, menimpa sepeda motor dan mobil. Pengendara sepeda motor bahkan mengalami luka cukup parah. “Kepalanya luka cukup parah, dia sudah dibawa ke rumah sakit,” kata Suroso, saksi mata.

Lalu lintas di jalan tersebut menjadi macet total, mengingat batang pohon cukup besar itu melintang di jalan. Untuk meminimalisir kemacetan, petugas langsung melakukan evakuasi. Tapi, karena pohon sangat besar pekerjaan itu memakan waktu sangat lama.

Bayu, salah satu pedangang roti mengaku trauma dengan hujan badai itu. Hujan kali ini bukan hujan biasa, karena diikuti angin kencang dalam waktu yang sangat cepat pula. “Saya kaget dengan hujan yang begitu cepat dan diiringi angin kencang, Saya tidak sempat menyelematkan barang dagangan,” katanya.

Di Warung Buncit, tepatnya depan Harian Republika, pohon angsana tumbang menimpa mobil Toyota Kijang B 8603 WB. Untung pengendaranya selamat. Namun arus lalu lintas dari arah Ragunan menuju Mampang dan sebaliknya tersendat. 

Angin dan hujan kencang juga menghancurkan 25 unit rumah di Jl Pekayon, RT 08/RW 03 dan RT 04/RW 03 Ragunan, Pasarminggu. Menurut Camat Pasar Minggu Sudiyanto, kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 16.00. “Angin menerbangkan atap. Untung tidak ada korban. Sekarang warga sedang membetulkan rumah mereka,” ujarnya.

Di kawasan Jl Agung Raya Tengah, Sunter Jaya, Jakarta Utara sejumlah pohon tumbang. “Kalau saya lihat sepertinya pohon-pohon yang tumbang itu sudah tua. Mestinya sudah harus dipotong,” jelas Yadi (35), salah seorang pedagang asongan yang sedang berteduh menghindari hujan deras. 
read more “Jakarta Dihantam Puting Beliung”

Kolong Jembatan Manggarai Jadi Hunian PMKS

Filed under: by: BERITA JAKSEL


KEBERADAAN Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) masih menjadi kendala dalam memperbaiki kualitas lingkungan Jakarta. Ironisnya, kini PMKS tidak hanya menempati emperan toko, kolong jembatan juga mulai `dikuasai` PMKS. Jembatan Manggarai yang berbatasan antara Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat, kini sudah dipenuhi belasan keluarga.  

Pantauan beritajakarta.com, Jembatan Manggarai memang dijadikan oleh para PMKS sebagai tempat tinggal. Bahkan, meski air yang mengalir sangat deras, para PMKS dan keluarganya seolah tak takut dengan kondisi tersebut. Padahal, jika suatu saat air tinggi dan merendam rangka besi bawah jembatan bisa dipastikan nyawa mereka jadi taruhan.

Mengetahui adanya hunian di kolong jembatan, sebenarnya Satuan Polisi Pamong Praja Jakarta Selatan (Satpol PP Jaksel) tak tinggal diam. Bahkan sudah berulangkali dilakukan penertiban, namun tak lama kemudian selalu kembali. Kini, Satpol PP Jaksel berencana membuat jadwal penertiban untuk PMKS yang menguasai kolong Jembatan Manggarai.

Kasudin Satpol PP Jaksel Jurnalis mengatakan, pihaknya sudah berulangkali menertibkan PMKS di tempat itu. Namun, setiap habis ditertibkan mereka kembali lagi ke tempat itu. “Di situ sudah beberapa kali kita tertibkan, tetapi kalau petugas pulang, mereka kembali lagi. Nanti kita jadwalkan untuk menertibkan mereka kembali,” ujarnya, Senin (20/4).

Menurutnya, selain lampu merah, kolong jembatan juga memang menjadi daerah yang kerap ditempati PMKS. Namun, setiap kali ditangkap dan dipulangkan ke daerah asalnya mereka akan kembali lagi di lain waktu. “Setiap hari kita adakan operasi dan patroli, setiap hari tak kurang 15 PMKS terjaring dan langsung dikirim ke Panti Kedoya," tegasnya. Mereka yang punya KTP dididik dengan dibekali keterampilan, sedangkan yang tidak punya KTP dipulangkan ke kampung halamannya.

Selama April 2009, Satpol PP Jaksel berhasil menangkap sedikitnya 120 PMKS yang tersebar di sejumlah titik jalan dan lampu merah. “Mereka biasa nongkrong di lampu merah seperti di Kebayoranbaru dan Cilandak. Kita selalu tertibkan setiap hari, tapi petugas kita kan tidak mungkin nongkrong 24 jam karena masih banyak tugas-tugas yang lain,” tandasnya.
read more “Kolong Jembatan Manggarai Jadi Hunian PMKS”

Perketat Pengawasan Pembangunan di Jaksel!

Filed under: by: BERITA JAKSEL


UNTUK mencegah penyalahgunaan peruntukan lahan yang kian memprihatinkan, Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, meminta kepada seluruh walikota dan segenap jajarannya untuk memperketat pengawasan pembangunan yang ada di wilayah masing-masing. Sehingga, diharapkan pembangunan DKI Jakarta ke depan seluruhnya sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) DKI Jakarta.

“Misalnya, di satu wilayah hanya boleh dibangun 20 persen, maka harus konsekuen tidak boleh lebih dari ketentuan itu. Jadi pengawasan di wilayah harus ketat, dan harus mulai didorong hingga ke tingkat kelurahan maupun kecamatan. Aparat harus mau keliling, dan ada pembangunan di mana aparat harus tahu,” ujar Fauzi Bowo, sesuai membuka Musrenbang di Kantor Walikota Jakarta Selatan, Senin (13/4).

Fauzi Bowo menjelaskan, sesuai dengan Perda Nomor 6 Tahun 1999 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) DKI Jakarta, wilayah Jakarta Selatan merupakan wilayah yang harus dijaga kualitas lingkungannya. Sebab, wilayah ini merupakan kawasan resapan air. Untuk itu, sarana dan prasarana yang mendukung kualitas lingkungan harus menjadi perhatian dalam pelaksanaan pembangunan, utamanya pemeliharaan badan air seperti waduk, sungai, saluran air makro dan mikro.

“Wilayah Jakarta Selatan adalah wilayah yang paling diminati untuk pemukiman dan jasa-jasa konsumtif. Oleh karena itu, diperlukan upaya khusus untuk mengendalikan pemanfataan ruang yang tidak sesuai dengan rencana,” katanya.

Apalagi, sambung Fauzi Bowo, Jakarta Selatan berbatasan dengan Tangerang dan Depok. Untuk itu, walikota Jakarta Selatan, Syahrul Effendi, harus mampu mensinergikan pembangunan sarana dan prasarana penataan ruang dengan daerah penyangga tersebut.

Sementara itu, terkait adanya wacana pemutihan kawasan Kemang, Walikota Jakarta Selatan, Syahrul Effendi, mengatakan, saat ini masih dalam paparan akademis para ahli tata ruang dari Institut Tehknologi Bandung (ITB). Sambil menunggu paparan itu selesai, Pemkot Jaksel akan tetap memperketat penataan terutama yang terkait dengan regulasi pedestrian, kafe, maupun taman.

“Jadi bukan diputihkan, tetapi diatur peruntukkannya. Sehingga tidak semuanya dijadikan tempat komersil. Sedangkan untuk meminimalisir kemacetan di kawasan itu, kita akan usulkan pelebaran jalan seluas tiga meter mulai dari Jl Bangka Raya hingga Jl Tendean,” tukasnya.
read more “Perketat Pengawasan Pembangunan di Jaksel!”